SELAMAT DATANG PARA SURVEYOR ... .

Mengenai Saya

Foto saya
SOLO, JAWATENGAH, Indonesia
Alhamdulillah dipercaya sebagai seorang guru, masih dan akan selalu belajar agar senantiasa menjadi lebih baik.

Kamis, 09 Februari 2012

MODULPENGUKURAN TACHYMETRY

1.         Waterpasing sistim “Tachimetry” adalah pengukuran beda tinggi antara 2 (dua) titik yang menggunakan perhitngan antara jarak miring (Dm) dan sudut miring (αV).
2.        Sedangkan penempatan pesawat Teodolith adalah di atas titik ukur
3.        Jarak miring adalah jarak antara dua titik target ukur mulai dari sumbu I (Pesawat Teodolith) sampai dengan Rambu Ukur yang sejajar dengan permukaan tanah,diperoleh dari perhitungan (BA-BB)x100 dan biasanya disebut dengan Jarak Optik (JO) dan diberi notasi Dm
4.        Oleh karena itu bacaan BT pada Rambu Ukur harus setinggi TA
5.         TA adalah tinggi alat diukur mulai dari perpotongan Garis Bidik dengan Sumbu I sampai dengan permukaan tanah atau baut elevasi pada patok.
6.        Sudut Miring adalah sudut yang dibentuk oleh “Garis Bidik dan Garis Horizontal atau Garis Normal” dan diberi notasi (αV) atau sudut V.
7.         Sudut Datar (β) adalah “Sudut Dalam” pada segi banyak segi n (untuk polygon tertutup) atau sudut yang diukur dengan posisi kanan atau posisi kiri dari polygon terbuka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger

Kategori